This blog still in the development stage, by Pascal Sapari

Smoga anda suka dengan gambar-gambar ini

Blog Masih Dalam Tahap Pengembangan :)

Smoga anda suka dengan gambar-gambar ini

Blog Masih Dalam Tahap Pengembangan :)

Smoga anda suka dengan gambar-gambar ini

Blog Masih Dalam Tahap Pengembangan :)

Smoga anda suka dengan gambar-gambar ini

Blog Masih Dalam Tahap Pengembangan :)

Smoga anda suka dengan gambar-gambar ini

Blog Masih Dalam Tahap Pengembangan :)

Sunday, 20 January 2013

Alat Makan Suku Kanibal di Fiji


Kisah soal suku-suku kanibalisme sebelum era modern memang bukan rekaan semata. Bahkan sebuah suku di Fiji punya alat makan khusus saat menyantap daging manusia. Alat makan istimewa tersebut baru-baru ini terjual seharga £ 30.000 di sebuah lelang.

Harga yang cukup tinggi dikarenakan peninggalan dari abad ke-19. Selain antik, juga mempunyai cerita unik di belakangnya.


Suku di Fiji yang gemar makan daging manusia ini tidak sembarangan menggunakannya. Alat seperti garpu dengan empat jeruji tajam ini hanya boleh digunakan untuk kepala suku. Ketika perang antar suku masih kerap terjadi di masa itu, biasanya korban yang kalah menjadi santapan lezat.

Tubuh-tubuh inilah yang akan disantap bersama-sama seluruh suku. Namun pembagian daging untuk kepala suku harus menggunakan garpu ini. Panjangnya beragam antara 6 hingga 17 inci.

Garpu-garpu tersebut dipandang sebagai benda suci dan disimpan di dalam sebuah gubuk berasap. Karena garpu itulah yang mewakili kekuatan seorang kepala suku.

Sumber:

Thursday, 3 January 2013

7 Ikan Besar yang Pernah Tertangkap


Susah menentukan tangkapan ikan terbesar di dunia, karena masing-masing jenis punya keistimewaan tersendiri. Bagaimanapun, di bawah ini adalah daftar 7 ikan besar yang pernah tercatat.

 
 
1. Ikan Hiu Paus (whale shark)

 
 
 
Ikan hiu jenis ini dilaporkan pernah tertangkap di sekitar laut Mediterania. Dengan panjang 7 meter hewan ini merupakan ikan terbesar di dunia untuk jenis hiu.

 
 
 
2. Ikan catfish
 
 

 
Ada juga ikan terbesar di dunia untuk jenis catfish. Tertangkap di perairan Thailand,  ikan catfish ini memiliki panjang 2,7 meter. Dan ini adalah rekor ikan catfish terbesar sepanjang sejarah yang pernah di tangkap oleh manusia. Namun sayang ikan raksasa ini mati tidak lama setelah ditangkap, kerena ternyata cukup susah memelihara ikan sebesar ini.


 
 
3. Cumi-cumi raksasa
 
 


Sementara ikan terbesar di dunia untuk kelompok cumi-cumi, rekornya dipegang oleh cumi-cumi yang tertangkap di sekitar laut Artik. Cumi-cumi ini memiliki berat 490 kg dengan panjang 6 meter. Ini merupakan cumi-cumi terbesar di dunia yang pernah ditangkap oleh manusia sepanjang sejarah.

 
 4. Ikan Sea Bass
 
 

 
Ikan Sea Bass terbesar di dunia pernah tertangkap oleh seorang pemancing di sebuah area pemancingan komersial San Quintin di daerah California. Ikan ini memiliki bobot seberat 180 kg. Ikan inipun dinobatkan sebagai ikan terbesar di dunia untuk jenis Sea Bass.

 
 
 
5. Beluga

 
 
 
Umur ikan ini bisa mencapai 180 tahun, dan tubuh ikan ikan bisa terus tumbuh membesar hingga mereka mati. Ikan beluga terbesar yang pernah tertangkap memiliki panjang 30 feet dan berat 6000 pounds. Ikan inipun masuk kedalam ikan terbesar di dunia untuk jenis Beluga.

 
 
6. Ikan Pari (Stingray)


 

 
 
Ikan terbesar di dunia selanjutnya dari jenis pari. Tertangkap di perairan Thailand, ikan pari ini memiliki tubuh seberat 253 kg. Dibutuhkan waktu yang lama dan kerja sangat keras ketika orang-orang yang menangkap ikan ini mencoba mengeluarkannya dari dalam air.

 
 
 7. Ikan Mas (Carp)
 
 

 
Ikan mas pasti sering kita melihatnya, dan ukurannyapun kecil. Namun ikan mas satu ini berukuran raksasa. dengan panjang tubuh 10 feet ikan ini merupak ikan terbesar di dunia untuk jenis Carp (ikan mas). Ikan ini tertangkap di sekitar periaran Asia Tenggara.

Demikian beberapa ikan terbesar di dunia untuk jenisnya masing-masing, yang akan datang kami akan mencoba menambahkan jenis-jenis ikan yang lainuntuk memperkaya informasi anda.




 
 
 
 
Sumber:

Mengapa Kita Merasakan Gatal?




Gatal seringkali membuat kita serba salah, digaruk bikin kulit lecet tapi didiamkan semakin mengganggu. Apa sih penyebab tubuh kita bisa merasakan gatal?

Dalam tubuh terdapat sel-sel saraf tertentu yakni dMrgprA3+ yang khusus mendeteksi rasa gatal. Jadi saat digigit nyamuk, atau gatal karena alergi dan lain sebagainya, sel saraf inilah yang mengirim pesan pada otak bahwa ada yang mengganggu jaringan kulit pada lokasi tubuh tertentu.

 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEityTFAYTD4JhJ8ELcB73uacpRJpWZIiY3gaaYRShrFVT82tFKOiCaV8oUpNjh2zqly1Q9pirngAa-9Zq7ANAHMzV4cSchg5-DeKor-ru08SyjwuHB6EFXDk6KfBXuVaNXbyumAHtugu0w/s400/gatalapakabardunia.jpg
news.sciencemag.org


Di mana letak saraf tersebut? Saraf gatal berada di dalam tulang belakang, dekat sumsum tulang belakang, dan hanya merespons lokasi di dalam kulit. "Itu menjelaskan mengapa orang merasa terdorong untuk menggaruk kulit mereka, tetapi tidak merasakan gatal di organ internal," kata Dong kepada LiveScience.

Dulu, para ahli memperkirakan bahwa reseptor untuk rasa sakit dan gatal terkait. Namun, tim dari Johns Hopkins University menemukan bahwa  dMrgprA3+, khusus mendeteksi sensasi gatal dan tidak mendeteksi rasa sakit.

"Sel-sel khusus rasa gatal itu telah dicari selama beberapa dekade," ujar para peneliti dalam makalah mereka yang dipublikasikan dalam Nature Neuroscience. "Keberadaan neuron tersebut sempat diragukan baru-baru ini menyusul hasil pengamatan bahwa neuron itu juga menanggapi rangsangan yang menyakitkan."

Untuk mengidentifikasi sel-sel rasa gatal, Xinzhong Dong, seorang neuroscientist di Johns Hopkins University, melakukan rekayasa genetika terhadap tikus yang memiliki sel saraf yang bersinar hijau ketika gatal.

Para peneliti kemudian menaruh beberapa senyawa pada tikus itu, seperti histamin dan bahan aktif dalam bubuk gatal, dan mencari saraf yang bersinar hijau. Para peneliti kemudian mematikan saraf yang menyala, dan menemukan tikus yang lecet jauh lebih sedikit.

Apa kegunaan penelitian ini? Para peneliti sekarang berharap mereka dapat membungkam sel-sel itu untuk mengembangkan pengobatan anti gatal yang lebih baik. 

"Studi kami membuka jalan baru untuk mempelajari gatal dan mengembangkan terapi anti-pruritus, " kata mereka.


Source:
http://www.apakabardunia.com/2013/01/mengapa-kita-merasakan-gatal.html