This blog still in the development stage, by Pascal Sapari

Smoga anda suka dengan gambar-gambar ini

Blog Masih Dalam Tahap Pengembangan :)

Smoga anda suka dengan gambar-gambar ini

Blog Masih Dalam Tahap Pengembangan :)

Smoga anda suka dengan gambar-gambar ini

Blog Masih Dalam Tahap Pengembangan :)

Smoga anda suka dengan gambar-gambar ini

Blog Masih Dalam Tahap Pengembangan :)

Smoga anda suka dengan gambar-gambar ini

Blog Masih Dalam Tahap Pengembangan :)

Sunday, 20 January 2013

Olahraga Kuda Berdarah


Bangsa-bangsa Asia Tengah punya olahraga keras sejak berabad-abad lalu. Berkuda sambil menyeret kambing tanpa kepala. Terdengar kejam? Karena itu sempat dilarang Taliban.

Olahraga ini diebut Buzkashi, terdapat di banyak tempat mulai dari Afghanistan, Uzbekistan, Tajikistan, Kyrgyzstan, Kazakshtan, Pakistan Utara, hingga India.

afghana.com


Bisa dibilang Buzkashi kombinasi antara polo dan rugby (atau football di Amerika). Terdiri dari dua tim berkuda, menggunakan bangkai kambing tanpa kepala - disebut bus - sebagai pengganti bola.

Sebelum digunakan untuk bermain, bangkai itu direndam dalam air dingin selama 24 jam. Kadang-kadang pasir dimasukkan ke dalamnya untuk memberi bobot ekstra. Saat permainan dimulai, dua tim berkuda itu berlomba merebut bus, layaknya seperti rebutan rugby tapi sambil menunggang kuda.

Jika seorang pemain berhasil merebut bus, maka ia memacu kudanya berkeliling bendera di ujung lapangan (disebut bayrak) dan menaruh bangkai tak berkepala itu ke dalam lingkaran kapur yang disebut daira hallal.

Tentu tidak semudah itu. Para penunggang kuda lawan biasanya membawa ambuk untuk mengintimidasi kuda lawan serta penunggangnya. Olahraga ini menjadi semakin terdengar kejam karena aturan yang diterapkan sangat longgar, tak jarang ada pemain yang terluka kena cambuk atau jatuh dan terinjak kuda lawan.

 mambo.blogspirit.com


Lantaran itulah, biasanya para pemain memakai pakaian tebal dan pelindung kepala agar tidak mudah cedera saat dihajar lawan.

Hebatnya, pemenang di perlombaan ini tidak sekadar mendapat uang, bahkan memperoleh mobil atau rumah. Walau demikian, permainan ini bisa berlangsung beberapa hari.

Pemain buzkashi dilatih selama bertahun-tahun oleh Master buzkashi yang disebut chapandaz. Mereka orang-orang berpengalaman dengan usia rata-rata di atas 40 tahun. Selain itu, pemain memerlukan kuda yang terlatih. Harga seekor kuda ini bisa mencapai USD 10.000 hingga 15.000.

Saat Taliban berkuasa, olahraga ini pernah dilarang di wilayah-wilayah yang mereka kuasai, namun tetapi dapat ditemui di Tajikistan serta Uzbekistan. Kini sejak Taliban jatuh, buzkashi kembali semarak di berbagai wilayah Asia Tengah.



W.C. Fields

Luluran Dengan Tahi Burung


Mengapa Geisha di Jepang cantik dan berwajah mulus? Sekarang sudah terbongkar rahasianya, yakni luluran tahi burung. Bahkan Victoria Bekcham dan Tom Cruise pun sering melakukan perawatan ini.

Sekarang luluran semacam ini sedang hype lho. Karena ini rahasia para Geisha, maka sekarang disebut dengan Geisha facial.
 lava360.com


Geisha facial adalah facial atau perawatan wajah menggunakan kotoran burung. Metode ini diyakini sering digunakan para geisha di masa lalu untuk mempercantik dan memuluskan kulit wajah.

Kotoran burung yang digunakan memang bukanlah sembarang kotoran burung. Jenis burung yang digunakan adalah burung bulbul (nightingale), yang kotorannya dicampur dengan tepung beras dan air. Tekstur tepung beras yang kasar berfungsi untuk mengangkat sel kulit mati melalui pengelupasan.

Namun, tidak semua kotoran burung bulbul bisa digunakan untuk perawatan wajah ini. Bahan dasar untuk perawatan wajah ini secara khusus diimpor dari peternakan burung bulbul di Jepang, sebagaimana diberitakan Boldsky.
 Nightangle atau burung bul-bul


Burung bulbul ini diternak dan diberi pakan berupa biji oraganik, sehingga kotoran yang dihasilkan seratus persen organik. Kadang kala, burung-burung bulbul yang diternak ini juga diberi pakan ulat bulu.

Kotoran yang dihasilkan belum dapat digunakan secara langsung, karena harus melewati sterilisasi menggunakan sinar UV. Proses ini dilakukan untuk menghilangkan bau tak sedap, dengan membuang kandungan urea dari kotoran. Kotoran yang sudah steril ini lalu diproses menjadi bubuk dan siap dikirim lalu digunakan.

Ada yang berminat mencoba? Tapi ingat tidak sembarang kotoran burung, ya. Nanti bukannya wajah yang kinclong tapi malah kena flu burung.





sumber: